Saturday, December 1, 2007

ABC of AIDS


ABC of Aids



Michael W.Adler | PDF | 2,6 MB | 126 Pages



Cuma sebagai referensi [atau mungkin berniat mendalami tentang hivlogi], silakan download buku ini.


5 Oktober lalu, sodara saya ada yang meninggal, akibat terjangkit AIDS selama 7 tahun. Entah dari mana dia tertular, sudah ga penting lagi bagi keluarganya. Yang orang tuanya pedulikan, ya bagaimana caranya agar anaknya staying alive. Banyak yang mengklaim ramuan herbal ini itu anu ani bisa membuat pasien HIV sembuh [??].

Hmm, spekulasi pun dilakukan.

1. Tiga tahun yang lalu, muncul ramuan bernama buah merah. Kabar hebohnya sih.. bisa menyembuhkan [??] AIDS. Ya sudah, saya sempat menghubungi temen saya yang di Papua, nanya-nanya soal harga buah merah dan cara pengirimannya. Karena dia di ujung timur, sedang saya di ujung barat Indonesia.. Katanya kalaupun dikirim, pas sampai bakal membusuk. Ga ada artinya. Akhirnya, ada sari pati buah merah dalam botolan. Harganya.. lumayan. Sekitar 700ribu per botol. Ternyata setelah diminum, sodara saya jadi panas dalam. Dan tau sendiri apa jadinya orang yang kekebalan tubuhnya sudah parah kena panas dalam. Ga tau juga apakah ramuan itu memang ga cocok untuk dia saja atau ?? Tapi, kuperhatikan buah merah ga sebooming dulu lagi. Malah terkesan seperti sensasi yang terbawa angin.

2. Berikutnya, kecoak kering! Ini anjuran dari tabib manula [anehnya, bukankah AIDS itu belum terdeteksi 60 tahun yang lalu?]. Whatever. Dicoba juga. Hasilnya memang signifikan. Kekebalan tubuhnya meningkat! Yang tadinya kondisi kulitnya parah, gatal di sana sini, perlahan-lahan beregenerasi juga. Waw.. Sempat terkagum kagum juga. Sayangnya, beberapa bulan kemudian dia sakit lagi. Pencernaan terganggu, dan perutnya menolak makanan [apalagi kecoak!]

3. Solusi berikutnya.. ya suplemen seperti royal bee dll. Yang ini bisa diberikan dalam bentuk cairan. Tapi.. sepertinya tidak banyak berarti untuk pasien yang sudah memasuki stadium H min 1.

4. Dukun!? Entahlah. Orang tuanya masih juga setengah percaya kalau anaknya terinfeksi HIV. Wajarlah. Namanya juga kasih sayang orang tua. Alhasil, dijemputlah dukun entah dari ndeso mana. Plok plok plok plok. Yup, saya tepuk tangan untuk atraksi dukun yang berhasil memanggil jarum, tengkorak, kaca beling, duri ranting, dll dari bawah keramik di dalam rumah [mungkin pakai mantra accio nya Harry Potter kali yah?]. Dan selamat buat pak dukun, orang tuanya jadi 70% bodoh dan mau menjajah pedalaman memburu wangsit. Ada-ada saja.

5. Ga ada cara kelima. Atau mungkin terlalu banyak kombinasi cara yang sudah dicoba dalam setiap pengharapan. Bagi saya, cara terakhir untuk disembuhkan adalah “berpasrah, berlapang dada, dan mencoba untuk berbahagia”. Setidaknya, masih ada kenangan bahagia menjelang penderitaannya. Dan kasihannya, sodara saya tidak menjalani hari hari terakhirnya dengan “bersyukur dan berbahagia”.

Memang menjelang hari-hari penuh penderitaannya, saya sempat terpikir mencari info tentang Human Growth Factor. Inspirasi dari acara Oprah, ketika mengundang Magic Johnson, si pemain basket yang terjangkit HIV tahun 1996 [1991?1996?] dan sampai sekarang masih SEHAT dan BUGAR karena olahraga teratur, dan minum suatu suplemen yang mengandung HGH ini.



“Life is still beutiful, when you think you can build a beutiful life, though you suffer from AIDS”.



Kupikir, kuncinya adalah kekuatan pikiran dan tindakan [juga dibarengi celengan dunk!]

Alternatif kedua.. Reiki. Belakangan sering dengar tentang Reiki [Dari Oprah, Healthy Life di Metro Tv dll], juga ikutan mempraktekkannya. Karena sudah membuktikan cara kerja transfer energi ini makanya kupikir mungkin boleh dicoba. Eh baru juga dibahas, lusanya sodara saya meninggal.

Memang semua yang ada di dunia ini ga yang abadi, dan cara binasanya macam-macam. Tapi, sebisa mungkin, amankanlah diri anda, bahaslah pencegahan penyakit seperti ini dengan teman anda, dengan keluarga anda, atau dengan orang asing yang baru anda kenal. Siapa tau hal kecil ini bisa membawa perubahan pada nasib orang lain.

Cuma berbagi cerita seram sedikit lagi. Di masa temaram hidupnya, sodara saya menderita :

1. Kulit gatal. Di mana-mana ~ tak tertahankan.

2. Rambut rontok ~ sampai botak.

3. Gangguan pencernaan, masalah pada gusi dan mulut, sampai membuatnya kurus kering kurang gizi ~ sampai terlihat seperti penderita busung lapar.

4. Kelamin bernanah, berdarah, sampai membusuk.

5. Fungsi mata meredup, sampai akhirnya buta.

6. Dan penderitaan tak terhitung lainnya yang mungkin tidak pernah kita rasakan. [Bersyukurlah!]

Mungkin penderita AIDS yang lain tidak mengetahui rasanya, sampai nekat berbuat “khilaf”.

Jadi, kalau kamu mengenal “calon penderita” AIDS, setidaknya pedulilah dan tunjukkan foto dari para penderita AIDS stadium akhir. Juga untuk calon penderita penyakit lain yang sama parahnya.



Be The First To Comment