Tuesday, December 18, 2007
Pajak

Sekilas.. pikiran ini terkesan lucu, saya sendiri sampai tertawa. Tapi setelah dipikir-pikir.. ternyata mengerikan...
Kenakan pajak untuk tanahnya Pajak untuk tempat tinggalnya Pajak untuk tempat tidurnya Pajak untuk meja makannya Pajak untuk kendaraannya Pajak untuk bahan bakarnya Pajak untuk kambingnya Pajak untuk anjingnya Pajak untuk dasinya Pajak untuk celana dalamnya Pajak untuk rokoknya Pajak untuk minumannya Pajak untuk surat nikahnya Pajak untuk pendidikan anaknya Pajak untuk penggunaan teleponnya Pajak untuk air yang diminumnya Pajak untuk semua hobinya Pajak untuk liburannya Pajak untuk hiburannya Pajak untuk pengobatannya Pajak untuk penghasilannya Pajaki sampai dia sakit dan terpuruk Dan bila dia menangis, kenakan pajak untuk air matanya Kenakan pajak untuk semua yang dimilikinya Sampai dia mati.. jangan berhenti! Kenakan pajak untuk asuransinya Kenakan pajak untuk peti matinya Kenakan pajak untuk warisannya Kenakan pajak untuk kuburannya
100 tahun yang lalu, semua pajak ini tidak pernah ada. Dan setelah lebih dari setengah abad manusia Indonesia mengenal dan membayar pajak, utang nasional kita masih tetap menumpuk. Negara kita masih menjadi negara dengan masyarakat kelas bawah dan kelas menengah terbanyak di asia tenggara. Apa yang terjadi?
Bukannya saya tidak niat membayar pajak.. tapi, apa kata dunia melihat perputaran pajak yang ga sebanding di negri kita?











Be The First To Comment